Kenali Gejala dan Penyebab Difteri Dengan Cara Mengobati Disini

0
254
views

Apa sebenarnya Difteri? Namanya yang cukup asing membuat jenis penyakit menular ini kurang diketahui banyak orang, Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae menyerang pada selaput lendir hidung dan tenggorokan. yuk kenali gejala dan penyebab difteri lebih dalam.

kenali gejala dan penyebab difteri
Kenali Gejala dan Penyebab Difteri Dengan Cara Mengobati Disini (pict: rappler.com)

Akhir-akhir ini masyarakat di Indonesia dicemaskan dengan wabah penyakit difteri. Penyabab dari mewabahnya penyakit ini adalah rendahnya peran orangtua memberikan imunisasi vaksin sejak dini.

Padahal difteri merupakan penyakit serius yang dapat berakibat fatal, untuk mewaspadai penyakit tersebut anda perlu mengetahui gejala dan penyebab difteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae yang menyerang pada selaput lendir hidung dan tenggorokan.

Perlu anda ketahui penyakit ini juga sangat mudah menyebar dan menular lewat udara, terutama pada orang yang belum pernah diberi imunisasi vaksin. Penyakit ini tidak mengenal batasan usia, sehingga anda perlu untuk sangat mewaspadai gejala difteri agar mampu mencegahnya. Jangan merasa khawatir jika anda belum mengetahui cara mencegahnya, mari simak penjelasan gejala dan penyebab penyakit difteri.

Kenali Gejala dan Penyebab Difteri yang Penting untuk Anda Diketahui

Untuk mewaspadai penyak difteri menyebar di sekitar anda, perlu diketahui gejala, penyebab, dan cara pencegahan penyakit difteri agar orang-orang terdekat anda tidak mengalami penyakit difteri. Jika kalian belum mengetahuinya, mari simak informasinya di bawah ini.

1. Penyebab Difteri

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab difteri adalah Corynebacterium diptheriae, yaitu sebuah bakteri yang dapat menyebarkan atau menularkan penyakit lewat partikel udara dan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus dari bakteri tersebut. Penyebab penyakit ini juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan dimana anda tinggal karena padatnya penduduk dan produk yang digunakan tidak higienis dapat menimbulkan bakteri difteri.

Hal lain yang menyebabkan penyakit difteri adalah tidak mendapat imunisasi vaksin sehingga sistem imun dalam tubuh lemah.

2. Penularan Difteri

Gejala dan penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae dapat menyebar dan menular dengan sangat cepat ke semua sel jaringan yang ada di dalam tubuh manusia. Berikut ini cara penularan penyakit difteri yang bisa anda hindari.

  • Penularan virus difteri dapat menyebar lewat udara yang mengandung percikan air liur si penderita saat bersin, untuk mewaspadai penularan penyakit difteri anda bisa menutup hidung ketika ada orang yang sedang bersin.
  • Menyentuh atau berhubungan langsung dengan luka borok pada kulit penderita difteri. Jadi, jika ada orang di sekitar anda yang terkena difteri maka sebaiknya anda jangan bersentuhan dengan luka borok yang sebenarnya menyebarkan virus difteri.
  • Melalui benda yang terkontaminasi oleh virus difteri, misalnya alat makan, pakaian, alat mandi terutama handuk. Untuk menghindari virus ini menyebar pada tubuh anda sebaiknya jangan menggunakan benda apapun yang sudah terkontaminasi virus dari penderita difteri.

3. Gejala penyakit Difteri

Kenali gejala dan penyebab difteri dapat melalui cara melihat tanda-tanda seperti sakit kepala, demam menggigil, sakit tenggorokan, ada lapisan yang menutup tenggorokan yaitu amandel, susah bernafas, suara serak, lemas, pilek, nafsu makan berkurang dan batuk yang keras.

Namun gejala penyakit difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck.

Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak anda mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor) atau pembesaran kelenjar getah bening pada leher, khususnya anak berumur kurang dari 15 tahun.

4. Pencegahan Difteri

Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Pencegahan dan perlindunganĀ  yang paling utama terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri adalah dengan cara imunisasi vaksin. Perlu anda ketahui bahwa ada imunisasi difteri lengkap sesuai usia.

Lengkapi imunisasi DPT/DT/TD anak anda sesuai jadwal imunisasi usia anak berdasarkan kementerian kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:

  • Usia kurang dari satu tahun harus mendapat 3 kali imunisasi difteri (DPT).
  • Anak usia 1 sampai 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali.
  • Anak usia Sekolah Dasar akan mendapatkan imunisasi difteri dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yaitu siswa sekolah dasar kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.
  • Selanjutnya ada imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Jika status imunisasi anda belum lengkap, maka segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat anda.

Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT, yang merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur, sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat.

5. Pengobatan Difteri

Pengobatan difteri dapat dilakukan dengan perawatan di Rumah Sakit. Biasanya orang yang terkena difteri, maka akan di rawat inap di ruangan isolasi untuk mencegah penularan.

Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas dari Dinas Kesehatan, serta mendapat obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa kuman) difteri dan mendapat pengobatan.

Ada dua jenis obat difteri yaitu obat antibiotik dan antitoksin. Antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi, sedangkan antitoksin untuk menetralisir racun yang sudah menyebar ke dalam tubuh.

Dengan cara kenali gejala dan penyebab difteri, anda dapat melakukan pencegahan untuk diri sendiri maupun orang terdekat anda agar tidak terserang bakteri dan virus dari penyakit difteri dengan cara imunisasi secara teratur. Kenali kesehatan lebih baik untuk pengobatan yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here