Apa Itu Panas Dalam Sebenarnya ?

0
512
views

Berikut ini informasi medis dari apa itu panas dalam termasuk gejala dan jenisnya. Pahami lebih baik untuk pengobatan lebih baik.

Apa Itu Panas Dalam – kita mungkin sudah terbiasa mendengar kata panas dalam, tetapi tidak banyak yang memahami dengan baik apa itu panas dalam. Bagaimana panas dalam terjadi, apa penyebabnya dan bagaimana pula menyadari gejalanya.

Panas dalam sebenarnya bukan penyakit.Anda mungkin kerap mengidentifikasinya hanya dari sejumlah gejala serupa seperti sariawan, bibir pecah-pecah, rasa panas dan kering di tenggorokan, mulut yang terasa kering dan kadang disertai panas di perut dan efek sembelit.

Apa Itu Panas Dalam Sebenarnya?
Apa Itu Panas Dalam Sebenarnya? (Sumber: verywell.com)

Kadang pasien juga mengeluhkan tubuh yang terasa demam ringan, sedikit meriang dengan efek pegal-pegal ringan pada persendian. Ada beberapa pasien yang mengidentifikasi panas dalam dengan rasa panas pada rongga hidung dalam. Rasa panas turut mengenai area mata hingga mata akan tampak berair dan sedikit merah.

Panas dalam (bahasa inggris: heatiness) adalah bentuk gejala dari beberapa kondisi penyakit. Demikian pendapat dari salah seorang pakar kesehatan yang banyak menyelami masalah panas dalam, Dr. T Bahdar Johan Sp. PD dari Rumah Sakit Internasional Bintaro.
Beliau mengatakan bahwa sebenarnya selama ini istilah panas dalam sendiri sifatnya absurd dan terkesan salah kaprah.

Karena beberapa gejala dengan penyebab berbeda bisa dikategorikan dalam satu istilah yang sama yakni panas dalam. Dan kebanyakan dari beberapa gejala ini disatukan dalam istilah yang sama karena faktor munculnya sariawan dan keluhan tenggorokan kering sebagai gejala. Artinya secara awam, banyak orang menganggap sariawan dan keluhan tenggorokan adalah gejala utama panas dalam, padahal sebenarnya kedua gejala ini sendiri bisa disebabkan oleh banyak factor.

Apa itu panas dalam menurut Dr Bahdar, terdapat dua kategori kondisi seara umum yakni :

1. Gejala serangan flu

Ketika tubuh sedang mendapat serangan tahap awal dari virus atau bakteri penyebab flu, kebanyakan orang mulai mengeluhkan tenggorokan yang kering yang kadang disertai rasa perih ringan, rasa panas pada tenggorokan dan rongga hidung, demam ringan, mata berair, mulut terasa kering dan beberapa disertai gejala bibir pecah-pecah dan sariawan.

Sebenarnya, ini adalah gejala dari perlawanan tubuh terhadap serangan kuman penyebab flu. Sistem imunitas tengah menjalankan tugasnya dalam melindungi tubuh melawan serangan flu dan efeknya, tubuh terasa pegal linu, demam dan tenggorokan kering. Semakin kuat serangan kuman, semakin lemah imunitas dalam melawan dan akhirnya muncul sariawan, lidah tedas, hidung yang terasa gatal dan bibir pecah-pecah.

Untuk menangani kondisi ini sebaiknya pasien memperbanyak minum, maksimalkan konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat dan vitamin C, A dan B. Tambahan asupan makanan yang kaya anti oksidan flavonoid akan membantu memaksimalkan penyembuhan. Dan bila kondisi diabaikan, bisa memunculkan gejala flu berat hingga peradangan pada area tenggorokan, infeksi hidung dan infeksi telinga.

2. Gejala GERD (acid reflux)

Panas dalam juga bisa diterjemahkan sebagai bentuk serangan GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease. Anda bisa pula menyebutnya dengan keluhan acid reflus, yakni peristiwa naiknya kadar asam lambung hingga uap dan komponen asamnya naik ke dalam area atas lambung melalui eksofagus.

Kebanyakan terjadi sebagai efek kebanyakan mengkonsumsi makanan pedas, bergas tinggi, terlalu asam, beralkohol atau bersoda, berlemak, terlalu panas, atau secara mendadak mengkonsumsi makanan panas lalu dingin yang ekstrim.

Gejala yang muncul sekilas serupa dengan panas, seperti panas pada tenggorokan dan ulu hati, muncul rasa tidak nyaman di mulut seperti mulut terasa asam, muncul lidah yang mudah tedas, bibir pecah-pecah, sariawan, tenggorokan juga kadang terasa perih karena disana juga muncul efek tedas karena interaksi dinding tenggorokan dengan uap asam lambung yang sifatnya mengkorosi. Hanya saja di sini kerap pula muncul keluhan kembung, mual dan rasa panas di perut, serta gejala sembelit.

Pada kondisi semacam ini, sebaiknya pasien banyak minum air putih, makanan kaya serat, dan perbanyak vitamin C namun hindari sumber vitamin C yang bersifat asam karena justru akan memperberat kondisi. Beberapa herbal anti radang dan anti asam lambung juga baik untuk kondisi ini.

Dr. T Bahdar Johan Sp. PD pada akhir kata juga menambahkan, pahami dulu apa itu panas dalam dan gejala yang muncul pada diri Anda. Karena perbedaan kondisi dari dua jenis panas dalam di atas juga membutuhkan penanganan yang berbeda. Bila Anda salah penanganan, terutama pada kondisi GERD bisa jadi kondisi penyakit malah memburuk dan membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here